Cloud Computing, Windows Azure


How Azure make you have more profit and simplification
1. Di web hosting server biasa, berapa waktu dan energy yg lu mesti allow buat scale up dan scale down server lu? Di azure, lu cukup 5 menit dan single mouse-click buat provision a new machine, install clean OS, spin up new web-servers dan worker services, swap IP, distribute load balancer, etc semua in one go. Begitu juga saat lu scale down: lu bisa dispose server instance lu instantly cukup dengan 1 single click. Kalo lu charge developer rate @$180/hour, lu save banyak cost dengan ngelepasin developer dari maintenance tasks kayak gini.

2. Tiap kali lu mo deploy dan upgrade application lu juga gampang, cukup 1 click langsung dari the convenience of visual-studio, langsung dideploy di semua server instances, lumrahnya ke staging environment. Trus cukup dengan 1 click langsung kita bisa push ke production environment di seluruh instances dengan virtually zero down-time (azure cuma nge-swap mesin production dengan mesin staging lu, dan adjust configuration lu automatically).

3. Geographic distribution. Di few projects yg butuh dideploy di multiple countries dan continents, ini salah satu reason kita pake azure. Kita bisa deploly content-distribution across the world di multiple azure locations, databasenya bisa kita setup central data-hub dan multiple regional (branch) data-storage, dan memanfaatkan fasilitas Azure data-sync. In the case of vineyard project itu, database distribution inilah adalah alasan utamanya

4. Investasi buat “belajar” teknologi azure gak banyak, karna memang cuma few technical difference dari sisi development. Kita tatep pake existing asp.net web application biasa, trus tempel azure project di atasnya yang cuma butuh couple hours to get everything up and running. Beberapa technology azure itu dibutuhkan memang buat scalability reason. Misalnya lu gak bisa nulis ke file-system (jadi tool semacem squish-it gak bakal berfungsi), dan digantikan dengan azure-blob, ya ini supaya lu bisa scale-up dan distribute dengan gampang. Begitu juga dengan worker-role (instead of windows-service ato standalone app), yang memudahkan deployment dalam distributed environment, dan juga ditujukan buat ngasih lu kontrol kapan dan how process lu mesti execute dan stop. Configuration system lu juga terpisah dari configuration biasa lu, supaya azure bisa dengan gampang adjust config lu tersebut across different machines dan different environments dan different regions.

5. Server maintenance, macem security patch, OS upgrade, IIS upgrade, SqlServer upgrade, etc, yang bisa kita pilih mo automatic ato manual. Kalo manual pun tinggal 1 click doank langsung dapet upgraded OS baru dengan zero down time. (Azure bakal provision mesin baru dengan new OS, deploy semua applications kita, dan swap dengan mesin lama dari load-balancer. Karna session etc disimpen di velocity/blob-storage, maka end-user sama sekali gak ngerasain any outage).

6. Dan beberapa tools laen yang ditujukan buat memudahkan development dan deployment di distributed environment e.g. distributed cache (formerly: velocity).

7. lu bisa scale up application lu dari 2 mesin, jadi 200 mesin (umumnya menjelang xmas ato thanksgiving), cukup dengan 1 click dan 5 menit!
Tiba2 200 mesin nongol, lengkap dengan OS, loaded dengan semua applications lu yg dah fully deployed, up and running. 200 mesin yang langsung aktif dan sibuk serving web-load dari balancer lu immediately.
1 tombol. Coba bayangkan berapa waktu yang lu butuhin buat provision 200 mesin kosong di web-hosting biasa

Source: Microsoft .NET milis, author: HendryLuk